free web page hit counter
Informasi Paling Asik
Sedang memuat....Kisah Cerita Cinta Paling Keren Untuk Dibaca....

Kisah Cerita Cinta Paling Keren Untuk Dibaca

PalingAsik.idCerita cinta terkadang sulit ditebak dengan alur yang sangat complicated. Karena cinta banyak hal yang bisa terjadi dan berbagai emosi pun ikut terbawa. Entah itu senang, sedih, maupun amarah. Simaklah kisah-kisah di bawah ini agar Anda lebih menghargai cinta.

Arti Pengorbanan

Mungkin memang sulit menjalin persahabatan antara pria dan wanita tanpa ada yang jatuh hati pada salah satunya. Termasuk apa yang kualami sekarang, dan sayangnya akulah korbannya. Semua berawal saat aku ditakdirkan untuk berada satu divisi dengan Rio dan berkali-kali harus dinas ke luar kota bersama. Semakin hari kami semakin dekat dan perasaan itu pun muncul begitu saja.

Aku berusaha menutupinya agar seandainya ia tidak tertarik padaku aku tidak terlalu malu. Tetapi entah mengapa Rosa, sahabatku, selalu berusaha menjodohkan kami berdua. Dan aku sama sekali tidak menyangka, Rosa juga ingin memiliki Rio.

Semua berawal pada hari itu, ketika aku membuka sosial media dan melihat foto mereka berdua di sebuah restoran. Foto yang sangat mesra dan membuatku penasaran. Akhirnya kuberanikan diri bertanya pada Rosa.

“Mesra banget sama Rio. Kalian jadian?”

Cerita Cinta

Pesan itu kukirim dengan harapan ia akan menjawab “tidak”. Tetapi kenyataannya sebaliknya. Mereka memang benar-benar telah meresmikan hubungan. Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku ingin merasa senang karena sahabatku sedang berbahagia, tetapi aku juga merasa sakit.

Aku pun berusaha menerima kenyataan dan menutupi rasa sakit yang kumiliki. Aku tetap seperti yang dulu, menjadi sosok yang ceria dan akrab dengan siapa saja. Tetapi sepertinya aku telah salah menilai Rosa, sahabatku sendiri. Setelah menerima pesan singkat darinya, aku sadar siapa dia sebenarnya.

“Kamu tau kan sekarang statusku dan Rio? Jujur aku nggak suka kalau kamu terlalu akrab sama dia. Bukankah kita bersahabat? Apa kamu tidak bisa sedikit saja mengerti perasaanku?”

Aku hanya bisa menangis membaca pesannya. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak ingin kehilangan dua sahabat sekaligus. Tetapi jika sudah begini, aku bisa apa?

Akhirnya aku pun berusaha menjaga jarak dengan Rio. Dan bahkan meski begitu, Rosa tetap enggan menyapaku dan semakin lama kami semakin jauh. Aku tidak mengerti mengapa cinta bisa sekejam ini. Tidak indah seperti apa yang orang-orang katakan.

Karma Memang Ada

Masih pagi ketika aku sudah sampai di universitas dimana namaku tercantum sebagai salah satu mahasiswa baru. Aku berjalan perlahan sambil mengamati daerah kampus. Maklum saja, ini merupakan pertama kalinya aku ke sana dan benar-benar sendirian.

“Maaf, Mbak.” Tiba-tiba seorang laki-laki berperawakan gagah menginjak kakiku.

“Eh iya nggak apa-apa.” Aku menjawab datar.

“Mbaknya kok melamun sih, ada yang bisa di bantu? Oh, ya, nama saya Fandi, saya sudah semester empat.”

Aku pun memperkenalkan diri. Tak lama kemudian kami telah ngobrol banyak dan dia yang menemaniku mengurusi semua proses yang diminta oleh kampus. Aku sudah biasa mengalami hal semacam ini, pura-pura menyenggol, minta maaf, ngajak kenalan, dan pada akhirnya minta jadi pacar. Modus.

Menurut banyak lelaki, aku adalah wanita yang cantik. Dan aku menyadari semua itu. Karenanya aku selalu PD walaupun harus berjalan sendiri. Aku bukan tipe orang yang memaksa orang lain untuk menemaniku kemanapun aku pergi. Aku bisa tanpa mereka.

“Bu, aku sudah menyelesaikan semua urusan administrasinya, kuliah dimulai satu bulan lagi, apa aku boleh pulang?” Sedikit merengek aku berkata pada ibuku.

“Iya, kamu pulang saja, Nak, kamu urusi sendiri tiketnya, ya.” Terdengar suara jernih ibuku.

Cerita Cinta

Baca Juga :

Kututup telepon dan menyandarkan kepalaku di bantal. Tiba-tiba handphone-ku berdering lagi. Telepon dari Amika. Teman karibku saat SMA.

“Kamu pulang hari apa, Der?” tanya Amika.

“Lusa, Mik, kenapa?”

“Ini, si Dewa bilang mau jemput kamu.” Jawaban Amika cukup membuatku terkejut. Dewa adalah salah satu mantan pacarku. Sudah lebih dari dua tahun kami putus, dan setelah dia, aku sudah menjalin hubungan dengan beberapa pria lain.

“Kenapa? Kan dia sendiri yang bilang kita udah nggak ada hubungan apa-apa.”  Dengan malas kurespon perkataan Amika.

“Aku juga nggak tahu. Mungkin dia kangen sama kamu.”

Aku tidak terlalu menanggapi masalah Dewa tadi. Nggak penting menurutku. Toh, kalaupun dia mau menjemputku, aku tidak akan pulang dengan dia.

Kira-kira jam 10 pagi, aku sampai di bandara. Di sana sudah ada adikku, Amika, dan benar saja, Dewa. Dia yang paling antusias menyambut kedatanganku. Aneh sekali. Karena dulu dia yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami.

“Ayo, Der, aku bawakan tas kamu.” Semangat sekali Dewa mengambil tasku, namun segera kutepis tangannya.

“Aku bisa sendiri.” Jawabku datar. Selama perjalanan aku sama sekali tidak menggubrisnya. Dia seolah-olah terus mencari perhatian. Menjengkelkan sekali.

“Kamu kok gitu banget, sih, sama Dewa?” Sesampainya di rumahku, Amika langsung menatapku tajam.

“Gitu gimana? Emangnya aku salah apa, sih?” Dengan santai ku jawab pertanyaan Amika.

“Kamu galak banget sama dia. Padahal dia udah mau baikan sama kamu.”

“Loh, memangnya aku pernah ngajakin dia bertengkar? Enggak kan? Dia yang ngejauhi aku dulu.” Aku menjawab ngotot. Aku sama sekali nggak merasa bersalah saat ini. Kenapa aku disalah-salahkan?

“Terserah kamu deh, aku mau pulang, ngantuk.” Amika langsung berlalu.

Cerita Cinta

Adikku yang sejak awal menyaksikan perdebatan kami langsung angkat bicara melhat Amika mulai ngambek. Namun dia tetap tidak berhasil membujuk Amika.

“Kakak, sih, kan sekarang Kak Mika jadi ngambek,” gerutu Selia.

“Biarin ajalah, Dek, bukan salah kakak kok.” Aku masih teguh membela diri.

“Kalau sikap kakak kayak gitu terus, nggak akan ada yang mau temenan sama kakak.” Sambil menutup pintu kamar adikku yang baru berusia empat belas tahun menceramahiku.

“Dasar anak kecil sok tau.” Gerutuku dalam hati.

Tak terasa sudah waktunya aku kembali ke perantauan. Amika sudah tidak marah lagi padaku, dan aku sengaja tidak mengabari Dewa tentang keberangkatanku kali ini, sehingga perjalananku mulus-mulus saja. Tapi ternyata tidak selamanya demikian. Kau tau siapa yang aku lihat di bandara? Fandi. Entah bagaimana dia ada di sana.

“Dek, baru sampai?” sapanya hangat. Entah sejak kapan ibunya melahirkan aku.

“Ia, Mas. Kok ada di sini?” jawabku berusaha ramah. Sebenarnya Fandi ini termasuk cowok tipeku. Gagah, ganteng, dan cool.

“Tadi nganterin teman. Besok kalau ada apa-apa waktu ospek, lapor saja sama Mas, ntar Mas beresin.”

Tawaran yang menarik. Tidak ada alasan untuk menolaknya. Hari-hari yang kulewati sangat menyenangkan. Berbeda sekali dengan cerita orang-orang tentang ospek yang kejam, layaknya zaman penjajahan. Bagaimana mungkin aku diperlakukan buruk kalau ada dua senior yang mendekatiku.

Tiba-tiba saat sedang instagraman aku melihat postingan Fandi yang sangat mesra dengan salah satu seniorku juga. Mbak Laras. Orangnya sih manis, tapi sayang agak gemuk. Aku menatapnya dengan heran. Kenapa dia mendekatiku kalau sudah punya pacar? Aku pun bertanya lewat kolom komentar dan dibalas oleh Mbak Laras.

“Haha. Wajarlah dek kalau Fandi foto berdua sama pacarnya”

Kata-kata yang benar-benar membuatku terkejut.

“Tenang Der, masih ada Dewa.”

Ku kirim SMS ke Dewa, sekedar basa basi. Namun apa balasannya ?

“Maaf Der, aku nggak mau bertengkar sama pacar aku gara-gara masih SMS-an sama mantan”

Membulat mataku saat membacanya. Aku tidak percaya pada karma. Tapi sepertinya kini aku mengalaminya sendiri.

Itulah beberapa cerita cinta yang dpaat kami sajikan. Kisah di atas bukanlah kisah nyata dan tidak benar-benar terjadi. Semoga kisah tersebut dapat menginspirasi.

/* */