free web page hit counter
Informasi Paling Asik
Sedang memuat....Daftar Tari Tradisional Bali Paling Populer Saat Ini....

Daftar Tari Tradisional Bali Paling Populer Saat Ini

PalingAsik.id – Salah satu seni budaya yang paling terkenal di tanah air dan manca negara tak lain adalah  tari tradisional Bali. Pulau Dewata ini sudah dianggap sebagai kota Meksikonya Indonesia yang tentu memiliki panorama alam menawan dan diakui secara Internasional. Negara ini memang kaya akan seni dan budaya termasuk dari pulau Bali ini. Telah banyak berita bahwa Bali merupakan surganya para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Jelas nyata wisata Internasional ini tidak hanya menyuguhkan tempat berlibur tetapi juga hiburan khas daerah. Di sinilah seni budaya Bali menjadi terkenal.

Daftar Tari Tradisional Bali Populer

Tari Tradisional Bali Barong

Tari Tradisional Bali – Barong

Terdengar dari namanya mirip dengan Barongsai yang berasal dari China. Namun, ternyata di Indonesia pun juga memiliki tari Barong yang hampir mirip dengan Barongsai. Tari ini telah diwariskan sebelum adanya agama Hindu pada zaman dahulu kala. Tema yang diangkat oleh tari Barong yaitu tentang perseteruan antara kebajikan dan kejahatan.

Kebajikan disimbolkan oleh barong dan kejahatan diilustrasikan dengan sosok rangda. Berdasarkan literatur, Barong ini berarti beruang, namun bisa digambarkan bermacam-macam. Namun, Barong yang paling terkenal adalah Barong Keket atau biasa disingkat Barong Ket. Tarian yang satu ini mendeskripsikan perpaduan antara macan, sapi, dan juga singa.

Penari pada umumnya berjumlah 2 orang laki-laki yang memiliki bagian tersendiri sebagai kepala dan ekor. Para penari menggerakkan tubuh Barong yang berhiaskan ukiran-ukiran khas Bali lengkap dengan ornament potongan kaca cermin. Musik yang mengiringinya adalah gamelan.

Tari Tradisional Bali Kecak

Baca Juga : Macam-Macam Tari Tradisional Indonesia Paling Populer

Tari Tradisional Bali – Kecak

Tari Kecak merupakan asli tarian adat pulau Bali yang sangat populer dipertunjukan pada wisatawan. Tak mengherankan jika tari Kecak sangat kental dan terus bertahan turun temurun hingga zaman sekarang. Selain sebagai hiburan, tarian ini dipercaya sebagai tarian adat yang mengandung makna sakral.

Konon ceritanya, tari ini terinspirasi oleh cerita Ramayana dan penarinya berjumlah puluhan orang laki-laki semua. Pertunjukan tari Kecak sangat menggugah hati untuk melihatnya karena keunikan dan kekhasannya. Para penari duduk saling melingkar hingga beberapa lapis lingkaran seperti membentuk bunga matahari.

Gerakannya pun sederhana dengan mengangkat kedua tangan sembari menyerukan “cak” hingga sesi tarian usai. Gerakan tersebut seperti menggambarkan para tentara kera yang membantu Rama melawan Rahwana.

Tari Tradisional Bali Legong

Tari Tradisional Bali – Legong

Bila tari Kecak ditarikan oleh laki-laki, maka tari Legong ditarikan oleh wanita. Tari Legong juga merupakan tarian khas Bali khusus untuk dipertunjukkan di keraton. Makna dari nama tarian Legong yaitu Leg berarti luwes dan gong berarti alat musik gong.

Oleh karena itu, tarian ini diiringi oleh gamelan yang termasuk gong. Selain itu, sesuai dengan artinya bahwa tari Legong ditarikan dengan lemah gemulai dengan gamelan khas Bali yaitu Semar Pegulingan. Ciri khas tarian ini yaitu para aksesoris penari menggunakan kipas dan juga lirikan mata penari yang memikat.

Adapun beberapa jenis tarian ini sesuai dengan perkembangan zaman antara lain, Keraton, Lasem, Jobog, Smaradahana, Kuntul, Sudarsana, dan Bawa.

Tari Tradisional Bali Trunajaya

Tari Tradisional Bali – Trunajaya

Tarian ini ditemukandari hasil kreasi Pan Wandres ketika melakukan perjalanannya yang kemudian disempurnakan oleh I Gde Manik. Cerita yang diangkat oleh tari Trunajaya yaitu tentang seorang laki-laki yang sedang ingin memikat seorang wanita.

Ini digambarkan pada setiap gerakan antarkaki diberi jarak seperti kuda-kuda. Dahulunya tarian ini hanya ditarikanoleh laki-laki saja, namun zaman sekarang bisa ditarikan juga oleh wanita. Jumlah penari pada umumnya 2 orang. Khas dari tarian ini adalah pada mata sang penari yang membelalak dengan gerakannya yang tegas.

Kesan menyeramkan pun muncul pada tari Trunajaya. Meskipun begitu, tarian ini tetap dipentaskan yang bertujuan untuk hiburan saja. Selain itu, tarian ini tetap menunjukan kesan kejantanan pria. Musik yang mengiringi tarian ini adalah gamelan Gong Kebyar.

Tari Tradisional Bali Baris

Tari Tradisional Bali – Baris

Posisi tarian ini sesuai dengan nama tariannya yaitu menggunakan model baris berbaris. Tarian ini salah satu tari adat khas Bali yang dulunya merupakan suatu tarian untuk sebuah ritual. Seiring berjalannya zaman, tarian ini menjadi sebuah hiburan semata.

Tari Baris yang diciptakan pertengah abad ke-16 ini memiliki gerakan seperti perang. Nampaknya isi tarian ini menggambarkan tentang situasi peperangan para ksatria di kala dulu yang bertempur membela Raja. Jumlah penari paling sedikit adalah 8 orang hingga 40 orang laki-laki yang paling banyak. Kostum yang dikenakan bernama badong, awir, baju beludru, celana panjang, lamak, dan lainnya.

Mereka juga dilengkapidengan aksesoris kepala, dada, dan punggungnya. Hingga saat ini, nilai kesakralannya masih terasa. Tentu saja, karena tarian ini termasuk tarian keramat yang diselenggarakan ketika perayaan khusus atau upacara suci saja.

Tari Tradisional Bali Pendet

Simak Juga : Tari Tradisional Jawa Timur Paling Populer Saat Ini

Tari Tradisional Bali – Pendet

 Tari Pendet sangat kental maknanya bagi masyarakat Bali hingga saat ini. Hal ini dikarenakan sejarah tari ini dahulu sebagai tari pemujaan pada dewa yang turun kedunia. Tarian ini pada zaman dahulu ditampilkan di pura-pura Bali dan saat ini diubah menjadi sebuah tarian penyambutan selamat datang.

I Wayan Rindi telah mengubah tari Pendet menjadi versi terbaru atau modern sejak tahun 1950-an. Ia adalah seorang seniman dari Bali yang sangat peduli dengan pengamatan seluruh tarian Bali. Sehingga, Tari Pendet mengalami perubahan yang lebih indah. Bahkan, Ia membuat koreografi tari untuk pembukaan Asian Games di Jakarta. Tari Pendet ditarikan oleh banyak orang hingga ratusan yang dulunya hanya ditarikan oleh 5 orang.

Tari Tradisional Bali Panji Semirang

Tari Tradisional Bali – Panji Semirang

Tari Panji Semirang diciptakanoleh I Nyoman Kaler di tahun 1942 yang biasanya dipertunjukan di luar pura. Cerita yang diangkat dari tarian ini yaitu tentang seorang putri yang menyamar menjadi laki-laki. Putri tersebut bernama Galuh Candrakirana dan menyamar sebagai Raden Panji Pengembaraan.

Ia melakukan hal ini disebabkan oleh kematian sang suami sehingga Ia merasa sangat kehilangan. Pada umumnya, penari yang membawakan tarian ini adalah wanita yang berperan sebagai laki-laki. Pertama yang menarikan tarian ini tak lain murid I Nyoman Kaler bernama Luh Cawan.

Gerakan ini dilengkapi dengan membelalakan mata seperti orang yang sedang marah. Namun, tetap dibumbui dengan senyuman dalam gerakannya. Sering terjadi perubahan pada mimik di beberapa gerakan.

Tari Tradisional Bali Puspanjali

Jangan Lewatkan : Macam-Macam Tari Tradisional Jawa Tengah Klasik Paling Populer

Tari Tradisional Bali – Puspanjali

Tari Puspanjali merupakan salah satu tari adat khas Bali untuk sebuah penyambutan. Makna dari nama tari ini sendiri yaitu menghormati bagai bunga. Ini berarti pertunjukan tari Puspanjali diselenggarakan untuk menyambut sekaligus menghormati para tamu bagai sekuntum bunga.

Jumlah penari adalah 5 hingga 7 orang wanita dan tarian ini merupakan hasil inspirasi dari tarian upcara rejang. Tarian ini menggambarkan sekelompok wanita yang senang akan kedatang para tamu yang berasal dari daerah lain.

Itulah nama-nama tari tradisional Bali yang sangat populer di kalangan masyarakat setempat dan juga wisatawan lokal serta asing. Pulau Dewata ini merupakan salah satu aset seni budaya Indonesia yang harus terus diturun temurunkan melalui pelestarian. Seni dan budaya tanah air pantas untuk disanjung atas keindahan. Selain itu, keberagaman tari daerah menambah keindahan tanah air tercinta. Sepatutnya sebagai warga daerah sekaligus negara berbangga hati untuk terus mengenali lebih jauh seni budaya yang ada.

/* */